MONEV PUI PK BALOKDAYAMAS (Bogor, 30 September – 2 Oktober 2020)

November 12, 2020

Di Dalam Artikel ini...

Blog List
MONEV PUI PK BALOKDAYAMAS (Bogor, 30 September - 2 Oktober 2020),

Acara dibuka oleh Kepala Pusat Pendidikan SDM Kesehatan, kemudian dipimpin oleh Kepala Bidang Fasilitasi Pengembangan Pendidikan dan Kemitraan dilanjutkan dengan pemaparan peningkatan capaian kriteria PUI-PK Poltekkes Kemenkes Bandung

Hasil pencapaian PUI-PK Bandung dibahas oleh 2 nara sumber dari ITB, diberikan masukan dan pendampingan. Selain supervisi, sebagai penguatan bagi 38 PUI-PK, dilakukan studi banding secara virtual   dengan pemutaran video profil PUI Biofarmaka Tropika  IPB dan pemaparan materi oleh 2 Narasumber dari IPB  mengenai Pengelolaan dan Pengambangan Pusat Unggulan Ipteks di IPB dan Potensi dan Peluang Komersialisasi Produk Hasil Penelitian Perguruan Tinggi

Agenda kegiatan adalah  sebagai berikut :

Rabu, 30 September 2020

  1. Pembukaan
  2. Penayangan Profil Poltekkes Bandung
  3. Presentasi hasil capaian Poltekkes Bandung Periode November 2019 sampai Agustus 2020
  4. Pembahasan dan diskusi  bersama  nara sumber

Kamis, 1 Oktober 2020

  1. Penayangan Profil Pusat Unggulan Biofarmaka Tropika
  2. Penyampaian Materi Pengelolaan dan Pengambangan Pusat Unggulan Ipteks di IPB
  3. Penyampaian Materi Potensi dan Peluang Komersialisasi Produk Hasil Penelitian Perguruan Tinggi
  4. Kunjungan laboratorium dan pameran produk

Jum’at, 2 Oktober 2020

  • Penyusunan draft dan Berita Acara Penyusunan Rencana Tindak Lanjut
  1. Hasil yang dicapai

Pembahasan PUI-PK Bandung

Prof. Dr. Wawan Gunawan

  1. Nama Balokdayamas sudah sesuai bagus dan spesifik
  2. Hilirisasi bukan tugas PUI, harus didukung oleh Pimpinan Poltekkes dan BPPSDM, sehingga dapat dibuat di Poltekkes Bandung sebuath STC sebagai inkubator
  3. Perbedaan STP/STC dan PUI-PK harus dipahami bukan PUI-PK menjadi STC tapi produk produk PUI-PK dikumpulkan di STC (STC adalah bagaimana menghubungkan hasil PUI-PK dengan pemerintah dan masyarakat sedangkan  PUI-PK memproduk sebuah barang yang berbasis penelitian jadi PUI-PK bukan berjualan produk  
  4. Sebuah STC tidak harus dilengkapi dengan sarana gedung dan isinya dengan lengkap tapi langkah awal bisa berupa sistem , bagaimana melakukan inisiasi memasarkan bagaimana meginkubasi (tugas pimpinan)
  5. Roadmap yang dibuat seolah-olah mulai tahun 2019 padahal sebelumnya sudah ada. jadi road map dilengkapi bahwa tahun 2019 sudah ada produk
  6. mengenai kinerja : pembicara internasional  kriteria ini dibuat perlu untuk meningkatkan eksistensi  PT agar dikenal di dunia Internasional
  7. Penyesuaian  capaian kriteria AE dan COM  akan di tingkatkan dengan : termasuk menjadi pembicara internasional adalah di undang oleh penyelenggara internasional
  8. Bila capaian kriteria AE dan COM  direvisi harus dilihat secara general bagaimana kebijakan Pusdik melihat disparitas Poltekkes sangat jauh
  9. Membuat sebuah perusahaan berfungsi sebagai sistem yang kerjasamanya dengan market atau industri untuk menjual produk PUI-PK yang ada  STC. Direktur perlu menyusun tim untuk menjajaki kerjasama (KSO) dengan pasar dan industri
  10. PUI-PK yang sudah mapan sesuai kriteria harusnya tidak perlu dibiayai lagi harapannya Poltekkes bisa mandiri di 5 tahun ke depan
  1. Seorang peneliti bukan untuk menjadi pimpinan perusahaan karena tugasnya adalah improvisasi

DR. Triati Dewi Kencana Wungu

  1. PUI-PK Bandung kemajuaannya sangat bagus, dukungan pimpinan maksimal
  2. Harus dibangun sebuah sistem bahwa peneliti tidak dapat klaim hasilnya berdasarkan pribadi. Hendaknya untuk klaim dari hasil/produk dari PUI PK yang di tuliskan sebagai capaian tidak dilakukan double claim dengan unit lain sehingga bisa terlihat memang PUI PK yang menghasilkan produk tersebut
  3. Roadmap sudah baik , jurnal sudah baik perkembangannya
  4. penyesuaian capaian kriteria harus didiskusikan lebih lanjut

(Kontributor : Elanda Fikri)